1. Tidak mau diam
Sering kali anak tidak mau diam ketika makan, ketika kita mendudukan dia dalam sebuah posisi terikat pada kursi mereka menggapnya sebagi sebuah aktivitas yang membuang – buang waktu, batita lebih memilih untuk menjelah dan menggenal hal – hal baru. Atau mungkin batita anda lebih suka makan sambil berjalan – jalan, sesekali hal tersebut mungkin dapat di tolerin tetapi bila terjadi terus menerus tentu akan merepotkan kita sebagai orang tua.
Solusi yang mungkin dapat diterapkan dalam hal ini adalah, ajarkan sang anak makan sendiri, dan berhentilah menyuapin dia, dengan begitu anak dapet belajar menikmati makanan dan suasana makan dan makanan itu sendiri. Agar dia tertarik cobalah perkenalkan kursi makan yang lucu dan temanin juga si kecil makan
2. Tidak mau makan jika tidak di hibur
Terkadang ada orang tua yang demi membuat anaknya makan rela menghibur sang anak dengan berabagai macam kegiatan dari menjadi badut sampai melakukan tingkah – tingkah lucu, hal ini jelas tidak baik bagi kondisi si anak, karena mungkin si anak tidak akan melakukan aksi makan bila tidak dihibur. Hal penting yang harus diingat adalah orangtua harus membiarkan si anak makan dan menikmatin makanannya, bukan membut anak makan. Anak harus mengeri bahwa selera lapar dan rasa makanlah yang menuntunya untuk makan.
Solusi yang mungkin bila hal tersebut telah menjadi sebuah kebiasaan adalah membiarkan si anak makan dengan sendirinya dan bila anak menangis hal tersebut wajar dan bila si anak sudah lapar maka dia dengan sendirinya akan makan, tetapi perlu diingat orang tua harus tetap memberikan suasana dan interaksi menyenangkan karena makan adalah aktivitas yang menyenangkan.
3. Menumpahkan makanan
Si kecil acap kali melakukan experimen dengan mangkok atau gelas yang disediakan untuknya, bak seorang peneliti si anak melakukan aksi menumpahkan atau memindahkan kuah atau makan an dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini wajar karena rasa ingin tau si anak yang terlalu besar. Tetapi kebiasaan ini tibak baik bila berlanjut hingga ke masa prasekolah.
Solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah tumpahan yang tidak perlu terjadi adalah dengan menyediakan gelas yang tepat, misalnya ukuran gelas yang tidak terlalu besar dan ajaklah si anak untuk berinteraksi membersihkan tumpahan yang telah dilakukan (hal ini dilakukan sebagai salah satu pengembangan karakter bertanggung jawab si anak), selain itu jangan pernah menertawakan si anak karena dengan begitu mereka merasa di perhatikan dan tidak segan – segan akan melakukan hal yang sama lagi.
4. Waktu makan yang lama
Anak – anak makan membutuhkan waktu yang lama adalah hal yang wajar karena anak butuh proses untuk menikmati makanannya. Kesabaran yang tinggi orangtua adalah kunci suksesnya. Berilah focus yang baik pada anak sehingga si anak focus pada makanan bukan hal lain seperti televisi atau bermain – main.
5. Melempar – lempar makanan
Hal tersebut sering dilakukan bila anak merasa bosan atau kesal terhadarp makanan dan tidak menutup kemungkinan bahwa si anak hanya melakukan keisengan – keisengan kecil.
Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah jangan biarkan menu yang sama disantap si kecil setiap hari, begitupulah memaksa si anak mengkonsumsi makanan yang tidak enak yang mana andapun akan malas untuk menyentuhnya.
Selain itu sediakan makanan secukupnya atau alihkan anak pada hal – hal lain ketika keisengan sianak sudah mulai keliatan atau berikan sebuah pengertian kecil ke pada si anak.
6. Menyemburkan makanan
Hal ini sering terjadi karena si anak mendapatkan respon positif ketika si anak melakukan tindakan tersebut, hal ini kurang baik karena selain menganggu juga membuang makanan dengan percuma.
Ganti makanan yang bertipe mudah sembur dengan kanan lain seperti pisang, wortel dan lainnya, dan jangan berikan respond positif (biarkan dan cuek) pada anak ketika dia melakukan hal tersebut.
7.Makan berantakan
Hal ini umumnya terjadi ketika anak makan sendiri, akibatnya banyak makanan yang terbuang dan bercecer dimana – mana, terkadang orangtua mengambil alih acara makan sehingga makan lebih bersih dan cepat, hal ini tidak baik dilakukan karena akan tidak akan menjadi mandiri dan selalu tergantung kepada orang tua.
Solusi Hal ini wajar terjadi karena si anak berusaha untuk mengkoordinasi tangan untuk dapat tepat dimasukkan ke dalam mulutnya dan sering waktu dan proses hal ini akan semakin baik..
8. Malas mengunyah
Hal ini dilakukan karena berbagai faktor antara lain karena si anak sariawan atau sakit gigi yang menyebabkan si anak akan langsung mengunyah makanan tersebut, atau faktor lain karena bosan dengan makanan tersebut sehingga si anak tidak mau merasakan dan langsung melakuka aksi telan.
Solusi bagi orangtua adalah berikan makanan yang bervariasi dan juga mudah di cerna sehingga bila hal tersebut terjadi tidak akan menggangu pencernaan si anak.